Jumat, 08 November 2013

IPMAT PEDULI KEMANUSIAAN KORBAN GEMPA TANGSE,WARGA MEMBUTUHKAN REALISASI BANTUAN DARI PEMERINTAH



IPMAT PEDULI KEMANUSIAAN KORBAN GEMPA TANGSE,WARGA MEMBUTUHKAN REALISASI BANTUAN DARI PEMERINTAH

Aceh Timur

Ikatan Pemuda Mahasiswa Aceh Timur (IPMAT) adalah wadah aspirasi seluruh pemuda dan Mahasiswa yang terdapat di Aceh Timur.
IPMAT telah diresmikan dan di lantik struktur kepengurusannya Oleh Bapak Bupati Aceh Timur Hasballah Bin M Thaib melalui Asisten ll Amiruddin SH,NN di Aula DPRK Aceh Timur pada 23/10. Lalu
IPMAT telah turut perduli memberikan solidaritas kemanusiaan terhadap korban gempa tangse yang terjadi pada 25/10/2013 lalu,
Gempa yang terjadi pada tanggal 25/10 pukul 13.00 WIB di Kecamatan Tangse Kabupaten Piedie dengan kekuatan 5,6 Skala Richter tersebut meninggalkan duka tersendiri bagi warga yang menjadi korban dampak dari bencana gempa.
Terkait hal ini, atas keprihatinan IPMAT terhadap korban terkena dampak Gempa Tangse, mengambil sebuah sikap atas fungsi sosial dan solidaritas kemanusiaan untuk turut berpartisipasi meringankan beban saudara kita yang sedang mengalami duka.
Selama 4 hari menyerap aspirasi dan dukungan dari masyarakat Aceh Timur, dan dengan kerja sama yang di bangun oleh IPMAT segala konsekuensi sesuai dengan komitmen IPMAT yang ingin memberikan bantuan sebagai upaya meringankan beban korban gempa tangse telah terwujud.
Pada tanggal 2/10 IPMAT tiba di Desa Neubok Badeuk Kecamatan Tangse, Kabupaten Piedie. Neubok Badeuk adalah Desa yang paling terparah kena dampak gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter tersebut,
IPMAT di sambut dengan optimis dan semangat masyarakat Neubok Badeuk yang di tandai dengan senyuman cerah warga.
Setelah IPMAT menyerahkan Bantuan sosial kemanusiaan yang di sambut oleh warga desa Neubok Badeuk, IPMAT sempat foto bersama.
Dalam suasana penyerahan kepala desa Neubok Badeuk Jafaruddin, S.Sos kepada wartawan Mengatakan
“ dampak gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter yang terjadi  menyebabkan 125 Rumah Kepala Keluarga rusak Berat, dan 25 Rumah yang tidak bisa sama sekali di huni lagi”
Ia menambahkan” tidak ada korban jiwa hanya 2 orang korban luka berat patah kaki, akibat di jatuhi bangunan saat ini sedang di rawat di rumah sakit piedie.
Di samping itu tokoh masyarakat Fahrol Jamil kepada media mengatakan
”Sejauh ini Pemerintah telah mendata bangunan fasilitas umum dan bangunan rumah yang rusak berat maupun rusak ringan”
Ia menambahkan” sejauh ini baik  realisasi Bantuan maupun kunjungan Pejabat petinggi Pemerintahan Aceh  yang di rasakan warga Neubok Badeuk terkesan dekriminasi, dan tidak ada keadilan, seperti Kunjungan Pemangku Wali Nanggroe ke Tangse hanya di desa Pulo Kawa saja tetapi tidak sampai ke desa Neubok Badeuk,padahal dampak kerusakan yang paling berat terjadi di desa neubok Badeuk.
Warga berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat agar dapat “segera merealisasikan bantuan rehabilitasi dan rekontruksi terhadap bangunan fasilitas umum, seperti Mesjid,Sekolah Dasar, MTSN,MAN Tangse dan Rumah warga yang telah rusak parah”
Ia juga mengatakaan saat ini anak – anak sekolah dasar di desa Neubok Badeuk terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat yang di dirikan Oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“pemerintah harus segera merealisasikan bantuan rehabilitasi dan rekontruksi terhadap kami, agar beban dan duka kami segera terobati” tutupnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar