Jalan Gawang Provinsi diBlokir Warga,
Pemerintah Harus segera Turun Tangan.
Aceh Timur—Media
Rakyat
” kondisi badan jalan sudah sangat sulit di lintasi sehingga
kendaraan roda empat yang mengeluarkan hasil produksi tidak bisa melintas lagi,
apabila di paksakan akan terbalik hal ini sudah sering terjadi”,
Setahun terakhir jalan lintas provinsi yang
menghubungkan kabupaten Aceh Timur gayo Lues, tepatnya di kecamatan, Ranto
peureulak, Penaron dan Serba Jadi kondisinya kian memperihatinkan.
Mayoritas masyarakat perdesaan yang berprofesi petani
sudah menjadi hal yang wajib bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil produksi
pertanian ke luar daerah, seperti kakao, padi, sawit dan karet.
Begitu juga banyak nya perusahaan produksi sawit di
Daerah tiga kecamatan tersebut yang eksis mengeluarkan hasil produksinya.
Ini membuktikan bahwa sistem perekonomian warga di
gerakan dengan potensi jalan yang baik.
walau dalam tahun 2012 ada perbaikan jalan di beberapa
titik seperti di kecamatan serba jadi, desa Bunin, dan tahun 2013 di kecamatan
Ranto Peureulak Desa seumanah Jaya tetapi itu hanya sebahagian kecil dari jalan
yang rusak di kerjakan.
Tokoh warga Bunin (5/11) kepada Media
Mengatakan,”proyek perbaikan jalan tidak mempunyai mutu dan kualitas terkesan
di kerjakan asal jadi ini di tandai dari potensi jalan yang tidak tahan lama
hanya dalam sebulan pasca di perbaiki jalan sudah rusak kembali” ucapnya
Sementara di kecamatan Ranto Peureulak beberapa titik
jalan sama sekali sudah tidak bisa di lintasi akibat genangan air dan badan jalan yang sudah rusak parah
Banta Brahmansyah warga desa penaron lama (5/11) kepada
Media Mengatakan” kondisi badan jalan sudah sangat sulit di lintasi sehingga
kendaraan roda empat yang mengeluarkan hasil produksi tidak bisa melintas lagi,
apabila di paksakan akan terbalik hal ini sudah sering terjadi”, jelasnya.
Tuha Peut Gampong Seumanah jaya Mengatakan” pejabat
birokrasi tidak melihat secara langsung penderitaan warga kami, bahkan setiap
hari apabila anak-anak pergi sekolah yang berjalan kaki harus buka sepatu dan
terpaksa di mandikan oleh guru sebelum masuk sekolah karena kotor penuh lumpur”.
Ungkapnya
Jalan yang menjadi lintasan utama masyarakat itu
semakin hari semakin hancur tanpa ada perhatian dari pemerintah untuk
memperbaikinya.
Di yakini masyarakat agar aspirasi dan keluhan mereka
dapat segera di serap Oleh pemerintah.
Tindakan melumpuhkan akses jalan dengan cara memblokir
di lakukan warga sepanjang jalan dari desa seumanah jaya kecamatan Ranto
Peureulak sampai desa penaron lama kecamatan Penaron.
Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur melalui
Muspika Ranto Perlak langsung turun tangan menyikapi tuntutan warga melalui
upaya koordinasi dan mufakat di Sekolah Dasar dusun Sarah Nyala Desa Seumanah
jaya.
Camat Ranto Peureulak Drs, Zulbahri “ kita memohon
agar warga memberikan peluang waktu kepada pemerintah untuk menyikapi tuntutan
warga,untuk terlebih dahulu kita
koordinasikan kepada Pemimpin Kepala Daerah kabupaten dan Provinsi, tetapi kami
dari Pemerintah daeran kabupaten dalam Waktu seminggu akan berupaya segera
merealisasikan perbaikan antisipasi awal dengan melakukan penimbunan material
terhadap titik-titik jalan yang kondisinya sudah rusak parah”. Jelasnya
Sementara warga yakin bahwa harapan mereka akan segera
di realisasikan oleh pemerintah daerah maupun provinsi sesuai dengan waktu yang
telah di sepakati,
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan
tuntutan warga karena ini menjadi kepentingan bersama untuk meningkatkan dan
kelangsungan tumbuh kembangnya perekonomian rakyat.
Jika pemerintah tidak merealisasikan harapan
masyarakat tidak menutup kemungkinan warga akan melakukan aksi pemblokiran
jalan besar- besaran aga transportasi dan perekonomian lumpuh total, ungkap
warga. (hen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar