Sabtu, 09 November 2013

Jalan Gawang Provinsi diBlokir Warga, Pemerintah Harus segera Turun Tangan.



Jalan Gawang Provinsi diBlokir Warga, Pemerintah Harus segera Turun Tangan.

Aceh Timur—Media Rakyat

” kondisi badan jalan sudah sangat sulit di lintasi sehingga kendaraan roda empat yang mengeluarkan hasil produksi tidak bisa melintas lagi, apabila di paksakan akan terbalik hal ini sudah sering terjadi”,


Setahun terakhir jalan lintas provinsi yang menghubungkan kabupaten Aceh Timur gayo Lues, tepatnya di kecamatan, Ranto peureulak, Penaron dan Serba Jadi kondisinya kian memperihatinkan.
Mayoritas masyarakat perdesaan yang berprofesi petani sudah menjadi hal yang wajib bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil produksi pertanian ke luar daerah, seperti kakao, padi, sawit dan karet.
Begitu juga banyak nya perusahaan produksi sawit di Daerah tiga kecamatan tersebut yang eksis mengeluarkan hasil produksinya.
Ini membuktikan bahwa sistem perekonomian warga di gerakan dengan potensi jalan yang baik.
walau dalam tahun 2012 ada perbaikan jalan di beberapa titik seperti di kecamatan serba jadi, desa Bunin, dan tahun 2013 di kecamatan Ranto Peureulak Desa seumanah Jaya tetapi itu hanya sebahagian kecil dari jalan yang rusak di kerjakan.
Tokoh warga Bunin (5/11) kepada Media Mengatakan,”proyek perbaikan jalan tidak mempunyai mutu dan kualitas terkesan di kerjakan asal jadi ini di tandai dari potensi jalan yang tidak tahan lama hanya dalam sebulan pasca di perbaiki jalan sudah rusak kembali” ucapnya
Sementara di kecamatan Ranto Peureulak beberapa titik jalan sama sekali sudah tidak bisa di lintasi akibat genangan air dan   badan jalan yang sudah rusak parah
Banta Brahmansyah warga desa penaron lama (5/11) kepada Media Mengatakan” kondisi badan jalan sudah sangat sulit di lintasi sehingga kendaraan roda empat yang mengeluarkan hasil produksi tidak bisa melintas lagi, apabila di paksakan akan terbalik hal ini sudah sering terjadi”, jelasnya.
Tuha Peut Gampong Seumanah jaya Mengatakan” pejabat birokrasi tidak melihat secara langsung penderitaan warga kami, bahkan setiap hari apabila anak-anak pergi sekolah yang berjalan kaki harus buka sepatu dan terpaksa di mandikan oleh guru sebelum masuk sekolah karena kotor penuh lumpur”. Ungkapnya
Jalan yang menjadi lintasan utama masyarakat itu semakin hari semakin hancur tanpa ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya.
Di yakini masyarakat agar aspirasi dan keluhan mereka dapat segera di serap Oleh pemerintah.
Tindakan melumpuhkan akses jalan dengan cara memblokir di lakukan warga sepanjang jalan dari desa seumanah jaya kecamatan Ranto Peureulak sampai desa penaron lama kecamatan Penaron.
Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur melalui Muspika Ranto Perlak langsung turun tangan menyikapi tuntutan warga melalui upaya koordinasi dan mufakat di Sekolah Dasar dusun Sarah Nyala Desa Seumanah jaya.
Camat Ranto Peureulak Drs, Zulbahri “ kita memohon agar warga memberikan peluang waktu kepada pemerintah untuk menyikapi tuntutan warga,untuk  terlebih dahulu kita koordinasikan kepada Pemimpin Kepala Daerah kabupaten dan Provinsi, tetapi kami dari Pemerintah daeran kabupaten dalam Waktu seminggu akan berupaya segera merealisasikan perbaikan antisipasi awal dengan melakukan penimbunan material terhadap titik-titik jalan yang kondisinya sudah rusak parah”. Jelasnya
Sementara warga yakin bahwa harapan mereka akan segera di realisasikan oleh pemerintah daerah maupun provinsi sesuai dengan waktu yang telah di sepakati,
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan tuntutan warga karena ini menjadi kepentingan bersama untuk meningkatkan dan kelangsungan tumbuh kembangnya perekonomian rakyat.
Jika pemerintah tidak merealisasikan harapan masyarakat tidak menutup kemungkinan warga akan melakukan aksi pemblokiran jalan besar- besaran aga transportasi dan perekonomian lumpuh total, ungkap warga. (hen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar