peningkatkan
perekonomian masyarakat melalui pembangunan peternakan, Kelompok Ternak Sapi
Asahan Jaya telah sukses mewujudkannya
Aceh timur
Ternak sapi adalah satu bidang usaha yang sangat
menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dan juga sebagai upaya
untuk memfasilitasi,malayani,dan mendorong berkembangnya sistem agribisnis yang
berdaya saing,berkerakyatan, dan berkelanjutan untuk meningkakan kesejahteraan
ekonomi masyarakat.
Dewasa ini menjadi
tantangan bagaimana menghasilkan produk peternakan yang berdaya saing tinggi
baik dalam aspek kuantitas, kualitas,ragam produk, kontinuitas,pelayanan maupun
harga, sehingga dapat memenuhi tuntutan pasar domestik maupun pasar gobal.
Seiring pembangunan peternakan demi meningkatkan
kesejahteraan ekonomi masyarakat, ini akan terwujud apabila di dukung dengan sumber
daya manusia yang baik dan aktif berpartisipasi secara langsung maupun tidak
langsung
Di Aceh Timur, animo masyarakat peternak sapi sangat
tinggi hampir semua Kepala Keluarga di Aceh Timur memiliki ternak, 1-5 ekor
yang di kembangkan secara tradisional,
sangat potensial jika pembangunan peternakan di
kembangkan secara teknologi di Aceh Timur agar masyarakat dapat memahami
potensi ternak sapi mampu mendongkrak ekonomi masyarakat seiring itu juga luasnya
padang pengembalaan sangat mendukung
Dinas Peternakan Aceh Timur terus berupaya
mengembangkan pembangunan peternakan demi meningkatkan perekonomian rakyat
Hal ini terus di upayakan melalui peternak yang
tergabung dalam wadah kelompok yang juga merupakan usaha bersama bagi para
anggotanya,
Dengan animo masyarakat yang sangat tinggi Upaya ini,
terus di realisasikan agar masyarakat dapat terpupuk dalam mengembangkan ternak
sapi
Sebagian besar kelompok ternak di Aceh Timur telah
berhasil dengan sangat baik
Dinas Peternakan Aceh Timur mengembangkan pola Villege Brecading
Centre(VBC) untuk melahirkan sumber-sumber bibit sapi unggul dan berkualitas,melalui
pola kawin suntik atau IB begitu juga dengan sapi penggemukan yang pengembanganya secara intensif dilakukan oleh petugas-petugas
insilator pada setiap kecamatan
Kelompok ternak sapi Asahan Jaya yang di ketuai Tgk.
Yacob Aji dengan Beranggotan sebanyak 20 orang,
Pada tahun 2006
hanya memiliki beberapa ekor sapi,tetapi dengan ketekunan dan keseriusan
potensi ternak terus berkembang dengan sangat baik
pada tahun 2008 mendapat bantuan sapi jantan untuk
penggemukan dari Dinas Peternakan Aceh Timur sebanyak 20 ekor ,berumur 1,2
tahun
“di pelihara 1 tahun sebelum di jual dan akan di beli
penggantinya dengan harga yang lebih tinggi”.
“jenis ternak sapi semmetal,brahman dan liemosin, dari
luar daerah”
Dengan ketekunan dan keyakinan ternak sapi tgk M.yacob
aji berkembang dengan sangat baik,
Pada tahun 2011 mendapat lagi bantuan sapi bali
bunting dari dinas Peternakan Aceh Timur
sebanyak 10 ekor untuk pembibitan.
ini adalah bukti kesuksesan pembangunan peternakan
yang di tingkatkan dinas peternakan Aceh Timur.
Selain meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,
hal ini juga sangat mendukung untuk ketahanan pangan.
Di balik kesuksesan Tgk M.yacob Aji ternyata ada
konsep perawatan penggemukan sapi yang sangat sederhana dan dapat menjadi
motivasi bagi masyarakat lainnya yang juga sebagai peternak sapi.
Dalam penerapannya proses perawatan ternak sapi Tgk.M
Yacob aji yang di bantu beberapa staf karyawannya,
Bukan hanya dalam hal memberikan pakan ternak tetapi juga
dalam hal merawat kesehatan ternak intensif di lakukan secara terus menerus.
Dalam hal memberikan pakan ternak sapi Tgk. M. Yacob
Aji memberikan pakan khusus bagi ternak yaitu,
Jerami padi,
“ Ini digunakan untuk pakan sapi dewasa walau
pemamfaatan jerami padi sebagai sumber pakan ternak bernilai rendah nutrisi,
dari pada pakan hijauan, tetapi masih dapat diperbaiki dengan teknologi untuk
meningkatkan nilai gizinya”
Proses fermentasi Dengan cara yang relatif
murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak sapi.
Hal inilah yang
dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan ternak sapi yang dipelihara oleh
masyarakat
Proses fermentasi dilakukan pada tempat terlindung
dari hujan dan sinar matahari langsung.
Bahan-bahan yang digunakan untuk menghasilkan 1 ton
jerami fermentasi ialah, 1 ton jerami
padi segar, Probion (probiotik) 2,5 kg, Urea 2,5 kg, dan air secukupnya.
Proses pembuatan tahap fermentatif dan pengeringan
serta penyimpanan.
Pada tahap pertama“jerami padi yang baru dipanen dari
sawah dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan, dan diharapkan masih
mempunyai kandungan air 60%.”
ditimbun dengan ketebalan kurang lebih 20 cm kemudian
ditaburi dengan Probion dan urea.
Tumpukan jerami dapat dilakukan hingga ketinggian
sekitar 3 meter.
Setelah
pencampuran dilakukan secara merata, kemudian didiamkan selama 21 hari dengan
ditutup rapi demi hasil lebih baik.
Setelah 21 hari didiamkan, kemudian didinginkan selama
2 hari dan selanjutnya jerami padi ini rutin di berikan menjadi pakan
ternak untuk pagi, siang dan sore.
Pada malam hari pada pukul 7.00 wib ternak sapi di
berikan makanan hijauan rumput alam, dan pada pukul 9.00 wib pagi suplemen/makanan
pengkap, dedak, bungki kelapa, ampas tahu, kulit cokat, dan bungki sawet.
Kini Ternak sapi Tgk. M.yacob telah di kenal baik dalam
maupun luar daerah dan telah berhasil meraih juara pada expo ternak sapi di
provinsi aceh.
Tgk.M.yacob Aji mengakui bahwa kesuseksesan yang di
tekuninnya ini berhasil adalah berkat motivasi yang terus di support oleh Dinas
Peternakan Kabupaten Aceh Timur.
Ia mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kesuksesan
kelompok ternak sapi Asahan Jaya saat ini telah mampu membangkitkan ekonomi anggota masyarakanya dan juga ikut mendukung
ketahanan pangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar