Jumat, 25 Oktober 2013

Masyarakat Lokop Menikmati Waktu dalam kesengsaraan

Jalan Provins di Desa Seumanah jaya

Jalan Provinsi longsor dan berkubang di Buni

Proyek Jembatan 1 telantar, di Petitah

jalan Provinsi Longsor di Desa leles

sungai kolon tidak warga melintas


POndamen NOl proyek jembatan 2 di kolon

jalan Provinsi Longsor Kolon dekat perbatasan gayo lues dan aceh tmur




Masyarakat Lokop Menikmati Waktu dalam kesengsaraan
Berdasarkan hasil pantauan wartawan di lapangan saat melakukan liputan ke Jalan Provinsi Aceh timur- Gayo Lues yang tertimbun longsor hingga lumpuh, yaitu  tepatnya di pepoa dekat Perbatasan Aceh Timur Gayo Lues, KM 90. Kecamatan serba Jadi.
Perjalanan yang jauh menempuh waktu tiga jam itu Melintasi jalan yang  sangat hancur lebur, mulai dari Desa seumanah jaya Hingga ke Kolon Kecamatan Serba Jadi.
Setibanya di Bunin tepatnya titik badan jalan yang tertimbun Longsor batu gunung dari sisi kiri menuju lokop, dan jurang di sisi kanan jalan,  kondisinya sangat memprihatinkan,
Saat seorang pengendara roda dua melintas di wawancarai wartawan sudah berapa lama jalan ini rusak?
Aman Jul mengatakan “seumur hidup sepengetahuan saya jalan ini tidak pernah berubah dan sepertinya tidak akan pernah berubah”
Demikian Jul mengatakan  sepertinya sampai ia punya beranak cucu jalan menuju ke daerah yang mayoritas  suku gayo tersebut tidak akan pernah berubah.
“kami hanya menikmati waktu dalam kesengsaraan, kata seorang nenek yang ikut mengendarai sepeda motor yang di bawa aman jul”
Terlebih Ironisnya lagi setelah wartawan tiba di daerah Petitah melihat warga lalu lalang mengangkut hasil Pertanian dengan sepeda motor yang melintasi sungai tanpa jembatan
Di lokasi wartawan melihat adanya proyek jembatan yang sudah selesai sekitar 70 % di telantarkan,
Akbar (42) kepada Media mengatakan, proyek jembatan ini tidak tahu dasar permasalahannya kenapa tidak berkelanjutan lagi, di tinggalkan sejak akhir tahun 2012 lalu,dan sampai saat ini di tinggal begitu saja, tanpa kami ketahui dasar permasalahannya,ia juga menjelaskan jika proyek jembatan ini di kerjakan Oleh PT. NAKADA B,Aceh.
Selanjutnya wartawan melanjutkan perjalanan menuju kolon, di sana juga terdapat sebuah proyek jembatan yang hanya dengan pondamen Nol di telantarkan begitu saja.
Akibat tidak adanya jembatan penghubung jalan maka sampai saat ini masyarakat petani yang melintas membawa hasil pertaniannya dengan roda dua melewati arus-arus sungai yang deras.
Saat Camat Serba Jadi Kamaruddin, S.sos.i di Konfirmasi wartawan mengatakan” pemerintah provinsi harus segera menangani kelanjutan dari penyelesaian proyek jembatan tersebut, karena jembatan tersebut sangat di butuhkan oleh masyarakat petani yang melintasi jalan tanpa jembatan tersebut”

Ia berharap Pemerintah harus menangani permasalahan jalan Provinsi yang terkendala dengan Longsor di daerah Kolon, Km 90, dan tindak lanjut penyelesaian proyek-proyek jembatan yang sudah hampir satu tahun di telantarkan.
Menyikapi hal ini pemerintah provinsi melalaui Pansus DPRA nya untuk  segera turun tangan untuk meninjau langsung ke lapangan proses proses realisasi proyek-proyek yang ada di Daerah daerah pedalaman, agar apa yang menjadi kebutuhan mendesak,demi kesejateraan rakyat dapat di serap langsung dari pengakuan masyarakat. (hen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar