| Jalan Provins di Desa Seumanah jaya |
| Jalan Provinsi longsor dan berkubang di Buni |
| Proyek Jembatan 1 telantar, di Petitah |
| jalan Provinsi Longsor di Desa leles |
| sungai kolon tidak warga melintas |
| POndamen NOl proyek jembatan 2 di kolon |
| jalan Provinsi Longsor Kolon dekat perbatasan gayo lues dan aceh tmur |
Masyarakat Lokop
Menikmati Waktu dalam kesengsaraan
Berdasarkan hasil pantauan wartawan di lapangan saat
melakukan liputan ke Jalan Provinsi Aceh timur- Gayo Lues yang tertimbun
longsor hingga lumpuh, yaitu tepatnya di
pepoa dekat Perbatasan Aceh Timur Gayo Lues, KM 90. Kecamatan serba Jadi.
Perjalanan yang jauh menempuh waktu tiga jam itu Melintasi jalan
yang sangat hancur lebur, mulai dari Desa
seumanah jaya Hingga ke Kolon Kecamatan Serba Jadi.
Setibanya di Bunin tepatnya titik badan jalan yang tertimbun
Longsor batu gunung dari sisi kiri menuju lokop, dan jurang di sisi kanan
jalan, kondisinya sangat memprihatinkan,
Saat seorang pengendara roda dua melintas di wawancarai
wartawan sudah berapa lama jalan ini rusak?
Aman Jul mengatakan “seumur hidup sepengetahuan saya jalan
ini tidak pernah berubah dan sepertinya tidak akan pernah berubah”
Demikian Jul mengatakan
sepertinya sampai ia punya beranak cucu jalan menuju ke daerah yang
mayoritas suku gayo tersebut tidak akan
pernah berubah.
“kami hanya menikmati waktu dalam kesengsaraan, kata seorang
nenek yang ikut mengendarai sepeda motor yang di bawa aman jul”
Terlebih Ironisnya lagi setelah wartawan tiba di daerah
Petitah melihat warga lalu lalang mengangkut hasil Pertanian dengan sepeda
motor yang melintasi sungai tanpa jembatan
Di lokasi wartawan melihat adanya proyek jembatan yang sudah
selesai sekitar 70 % di telantarkan,
Akbar (42) kepada Media mengatakan, proyek jembatan ini tidak
tahu dasar permasalahannya kenapa tidak berkelanjutan lagi, di tinggalkan sejak
akhir tahun 2012 lalu,dan sampai saat ini di tinggal begitu saja, tanpa kami
ketahui dasar permasalahannya,ia juga menjelaskan jika proyek jembatan ini di
kerjakan Oleh PT. NAKADA B,Aceh.
Selanjutnya wartawan melanjutkan perjalanan menuju kolon, di
sana juga terdapat sebuah proyek jembatan yang hanya dengan pondamen Nol di
telantarkan begitu saja.
Akibat tidak adanya jembatan penghubung jalan maka sampai
saat ini masyarakat petani yang melintas membawa hasil pertaniannya dengan roda
dua melewati arus-arus sungai yang deras.
Saat Camat Serba Jadi Kamaruddin, S.sos.i di Konfirmasi wartawan
mengatakan” pemerintah provinsi harus segera menangani kelanjutan dari
penyelesaian proyek jembatan tersebut, karena jembatan tersebut sangat di
butuhkan oleh masyarakat petani yang melintasi jalan tanpa jembatan tersebut”
Ia berharap Pemerintah harus menangani permasalahan jalan
Provinsi yang terkendala dengan Longsor di daerah Kolon, Km 90, dan tindak
lanjut penyelesaian proyek-proyek jembatan yang sudah hampir satu tahun di telantarkan.
Menyikapi hal ini pemerintah provinsi melalaui Pansus DPRA
nya untuk segera turun tangan untuk
meninjau langsung ke lapangan proses proses realisasi proyek-proyek yang ada di
Daerah daerah pedalaman, agar apa yang menjadi kebutuhan mendesak,demi
kesejateraan rakyat dapat di serap langsung dari pengakuan masyarakat. (hen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar