Sabtu, 24 November 2012

warga sangat menderita

Jalan penunjang perekonomian warga desa punti payung  rusak dan membutuhkan pembangunan gedung sekolah

ACEH TIMUR: Wilayah yang sangat luas dan topografi desa merupakan perbukitan,dengan pememfaatan lahan sebagai pertanian dan perkebunan umumnya warga di desa ini berusaha tani dengan memproduksi hasil komoditi pertanian keluar daerah untuk diperdagangkan,
Tetapi bukan semudah itu dengan membayangkan,untuk mengeluarkan hasil hasil komoditi pertanian dari desa ini untuk di jual dan di pasarkan, pada hari rabu 21/11/2012 wartawan media Tipikor dengan seorang tokoh desa punti payung menelusururi menuju lokasi pemukiman warga yang berada di dusun suka mulia(dondong tiga) desa punti payung kecamatan Ranto Peureulak kabupaten Aceh Timur, di sepanjang jalan 5 km kurang lebih 1 jam dengan mengendarai sepeda motor yang sudah tua, penulis menjumpai sepanjang jalan warga yang lalu lalang menuju ladang(kebun) dan ada juga kita melihat sedang bekeja, enderes, memanen sawet, coklat, dan karet atau getah, tak jarang saya terpaksa berjalan kaki turun dari kendaraan karena terpacak, di sepanjang jalan yang berlumpur dan tak tersentuh pembangunanan juga terdapat kayu dengan ukuran panjang 50 cm dan sebesar gempalan tangan tersusun rapi di atas jalan yang akan di lintasi, tujuanya agar ban kenderaan tidak terpacak ke dalam tanah, seperti naik kuda yang sedang berlari ya  begitulah kondisinya duduk di belakang pengemudi sepeda motor pak zaini, harus berpegangan yang kuat atau siap menerima resikonya terplanting dari kendaraan karena  rute jalan sangat rusak.
Setibanya di dusun suka mulia, banyak anak bermain dan ada yang sedang membersihkan hati coklat, bapak kepala dusun zaini(50) dan lorong Bakir(56) kepada media mengatakan, ya beginilan keadaan kami pak kami sebanyak 40 kk yang berdomisili di dusun ini sangat terisolir, dahulunya pada tahun 1990, (sebelum komplik Aceh) di dusun suka mulia ini mencapai 150 kk dan 150 kk didusun makmue besare,semua fasilitas umum ada,seperti sekolah, puskesmas, perawatan jalan dapat kami rasakan.
Tetapi hari ini anak anak kami terlantar bersekolah, hasil tanaman kami seperti sawet, tidak bisa kami bawa keluar kegiatan perekomian mengalami terkendala dan biaya sosial yang kami keluarkan sangat tinggi,semua disebabkan karena akses jalan yang sangat jauh dan rusak parah dan juga pembangunan jembatan dari NGO tahun 2007  yang tidak kunjung selesai, kepada siapa lagi kami harus mengadu
 Upaya mengajukan proposal mohon bantuan jalan lingkungan antara desa dan dusun suka mulia(dondong tiga) sudah setiap tahun kami ajukan namun tetapi juga belum ada realisasi apapun yang berupa fisik dari pemerintah kami dapatkan.
 Bantuan – bantuan pemerintah untuk peningkatan sarana jalan yang telah direalisasikan ternyata belum mampu memjawab permasalahan jalan yang ada, Hanya pada tahun 2011 di dusun makmu beusare(dondong dua) dapat realisasi pembangunan jalan sepanjang 1km tetapi dusun suka mulia belum pernah ada realisasi program pembangunan, baik jalan maupun rehab gedung sekolah peninggalan masa komplik hingga sekarang belum ada tersalurkan.
beberapa ruas jalan yang sangat perlu dan segera ditangani adalah jalan yang melintas di : antara dusun makmue besare dan dusun suka mulia, dusun suka mulia dengan desa tanjung tani, dan gedung sekolah yang berada di dusun suka mulia butuh pengrehapan kembali agar anak anak kami dapat bersekolah di sekolah ini.
Ketika kepala desa dikomfirmasi membenarkan terkait keluhan warganya, dan bersama sama mengharap kepada pemerintah untuk merealisasikan pembangunan jalan, gedung sekolah agar akses jalan dapat berjalan lancar dan tidak menemui kendala apapun serta biaya biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar