Jalan penunjang perekonomian warga desa punti payung rusak dan membutuhkan pembangunan gedung sekolah
ACEH TIMUR: Wilayah
yang sangat luas dan topografi desa merupakan perbukitan,dengan pememfaatan lahan
sebagai pertanian dan perkebunan umumnya warga di desa ini berusaha tani dengan
memproduksi hasil komoditi pertanian keluar daerah untuk diperdagangkan,
Tetapi
bukan semudah itu dengan membayangkan,untuk mengeluarkan hasil hasil komoditi
pertanian dari desa ini untuk di jual dan di pasarkan, pada hari rabu
21/11/2012 wartawan media Tipikor dengan seorang tokoh desa punti payung menelusururi
menuju lokasi pemukiman warga yang berada di dusun suka mulia(dondong tiga) desa punti payung kecamatan Ranto Peureulak kabupaten Aceh Timur, di
sepanjang jalan 5 km kurang lebih 1 jam dengan mengendarai sepeda motor yang
sudah tua, penulis menjumpai sepanjang jalan warga yang lalu lalang menuju
ladang(kebun) dan ada juga kita melihat sedang bekeja, enderes, memanen sawet,
coklat, dan karet atau getah, tak jarang saya terpaksa berjalan kaki turun dari
kendaraan karena terpacak, di sepanjang jalan yang berlumpur dan tak tersentuh
pembangunanan juga terdapat kayu dengan ukuran panjang 50 cm dan sebesar
gempalan tangan tersusun rapi di atas jalan yang akan di lintasi, tujuanya agar
ban kenderaan tidak terpacak ke dalam tanah, seperti naik kuda yang sedang
berlari ya begitulah kondisinya duduk di
belakang pengemudi sepeda motor pak zaini, harus berpegangan yang kuat atau
siap menerima resikonya terplanting dari kendaraan karena rute jalan sangat rusak.
Setibanya
di dusun suka mulia, banyak anak bermain dan ada yang sedang membersihkan hati
coklat, bapak kepala dusun zaini(50) dan lorong Bakir(56) kepada media
mengatakan, ya beginilan keadaan kami pak kami sebanyak 40 kk yang berdomisili
di dusun ini sangat terisolir, dahulunya pada tahun 1990, (sebelum komplik
Aceh) di dusun suka mulia ini mencapai 150 kk dan 150 kk didusun makmue besare,semua
fasilitas umum ada,seperti sekolah, puskesmas, perawatan jalan dapat kami
rasakan.
Tetapi
hari ini anak anak kami terlantar bersekolah, hasil tanaman kami seperti sawet,
tidak bisa kami bawa keluar kegiatan perekomian mengalami terkendala dan biaya
sosial yang kami keluarkan sangat tinggi,semua disebabkan karena akses jalan
yang sangat jauh dan rusak parah dan juga pembangunan jembatan dari NGO tahun
2007 yang tidak kunjung selesai, kepada
siapa lagi kami harus mengadu
Upaya mengajukan proposal mohon bantuan jalan
lingkungan antara desa dan dusun suka mulia(dondong tiga) sudah setiap tahun kami
ajukan namun tetapi juga belum ada realisasi apapun yang berupa fisik dari
pemerintah kami dapatkan.
Bantuan – bantuan pemerintah untuk peningkatan sarana jalan
yang telah direalisasikan ternyata belum mampu memjawab permasalahan jalan yang
ada, Hanya pada tahun 2011 di dusun makmu beusare(dondong dua) dapat realisasi
pembangunan jalan sepanjang 1km tetapi dusun suka mulia belum pernah ada
realisasi program pembangunan, baik jalan maupun rehab gedung sekolah
peninggalan masa komplik hingga sekarang belum ada tersalurkan.
beberapa
ruas jalan yang sangat perlu dan segera ditangani adalah jalan yang melintas di
: antara dusun makmue besare dan dusun suka mulia, dusun suka mulia dengan desa
tanjung tani, dan gedung sekolah yang berada di dusun suka mulia butuh
pengrehapan kembali agar anak anak kami dapat bersekolah di sekolah ini.
Ketika
kepala desa dikomfirmasi membenarkan terkait keluhan warganya, dan bersama sama
mengharap kepada pemerintah untuk merealisasikan pembangunan jalan, gedung
sekolah agar akses jalan dapat berjalan lancar dan tidak menemui kendala apapun
serta biaya biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar