Sabtu, 24 November 2012

hot news

Aceh Timur: Ratusan masyarakat dari berbagai desa di wilayah kecamatan peureulak kota yang tergabung dalam wadah Persatuan Anak Nanggroe(PAN) yang dikoordinir oleh Irfan Ibrahim(42) warga desa paya meligao sebagai ketua dan juga T.mustari(35)sebagai sekretaris (PAN) serta ratusan masyarakat yang tergabung dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan pada hari kamis (25/10/2012) pukul 11.30-14.00 WIB, ratusan pengunjuk rasa ini datang dari desa blang simpo, lubuk pempeng, Bukit Pala, Paya Meligao, Paya Kalui, Cek Mbon,Bandrong dan Paya Gajah menuju lokasi PT. MEDCO E&P MALAKA (RIG explorasi) tepatnya di desa Blang Simpo masa ini datang dengan menggunakan sepeda motor dan melakukan unjuk rasa yang di kawal ketat oleh pihak keamanan dari Kepolisian Sektor juga anggota dari Komando Rayon Militer Peureulak kota dan berlangsung dengan baik tanpa anarkis, dalam aksi unjuk rasa ini penasehat PAN Abdullah(opung/50th) kepada media mengatakan ''kami menuntut beberapa hal pada PT.MEDCO pertama seperti pemasokan BBM ke PT. MEDCO agar pekerjaan tersebut diberikan kegiatannya melalui Persatuan Anak Nanggroe dengan demikian ini merupakan bentuk perhatian kerjasama dari pihak PT. MEDCO dengan kami, jangan hanya memakai orang orang tertentu tanpa memperdulikan kami, kami yang tergabung dalam PAN ini sebagai warga desa setempat harus diutamakan bekerja di perusahaan raksasa tersebut, karna kami umumnya tidak mempunyai pekerjaan tetap kalaupun halnya pekerjaan tersebut harus menggunakan tenaga ahli khusus dari luar daerah, itu karena ketidakmampuan kami di bidang itu, hal itu kami mengerti, seterusnya kami meminta agar kegiatan di hentikan pada hari hari tertentu seperti hari jum'at kegiatan di hentikan dari pukul 10.00-14.00 WIB dan pada hari raya baik itu IDUL FITRI maupun IDUL ADHA agar tidak melangsungkan kegiatan apapun selama 3 hari setelah, hal ini dilakukan adalah untuk menegakan unsur unsur dan nilai nilai kaidah islam yang kita junjung tinggi sebagai umat beragama muslim.
     Juga Dalam orasinya massa atas nama Persatuan Aneuk Nanggroe meminta kepada pihak PT. MEDCO melalui humasnya untuk memenuhi tuntutan tuntutan tertulis tersebut diatas, tujuannya agar tercipta suatu keadilan dan kesejahtraan untuk warga sekitar yang berada di wilayah lingkungan PT.MEDCO supaya tidak terjadinya kecemburuan sosial dan hal hal lain yang berpotensi negatif, demikian pungkasnya.
    Dijelaskanya juga 60% kemungkinan tuntutan PAN akan dipenuhi, setelah beberapa perwakilan dari pengunjuk rasa atas nama Persatuan Anak Nanggroe, Irfan Ibrahim, T.mustari, Ridwan, Abdullah A dan abdullah B bertemu langsung dengan pihak humas PT.MEDCO Ahyar dan di dampingi oleh pihak muspika peureulak kota untuk didengar dalam menyampaikan aspirasinya,melalui pertemuan yang disepakati secara musyawarah itu, pihak PT.MEDCO melalui humasnya AHYAR menanggapi positip dan menampung segala tuntutan PAN dan untuk keterangan yang lebih jelas pihak MEDCO meminta waktu 3 hari untuk dipertimbangkan dan akan dikoordinasikan terlebih dahulu ke jakarta,demikian kata sekretaris Persatuan Aneuk Nanggroe Irfan Ibrahim. pada saat yang sama kapolsek peureulak kota IPTU JUFRIAL.ZAIN saat di komfirmasi wartawan terkait hal ini mengatakan" kita hanya bisa menunggu jawaban dari pihak humas PT.MEDCO karena mereka tidak bisa memberikan kesimpulan sekarang untuk itu kita tunggu saja jawaban dari mereka dalam 3 hari ini, karena soal pemasokan BBM selama ini mereka telah melakukan kontrak dengan PERTAMINA dan soal tenaga kerja kata mereka-red (pihak medco) sejauh ini masih dalam tahap pengrekrutan, semua tuntutan tadi akan di berikan jawaban setelah 3 hari kemudian" demikian terangnya.
    pada kesempatan yang sama saat kita coba megkonfirmasi humas PT.MEDCO sudah tidak ada tempat dan tim dari wartawan mencoba untuk konfirmasi melalui SMS lewat telpone seluler dan beliau Ahyar dari pihak PT.MEDCO membenarkan kedatangan pemuda atas nama Persatuan Aneuk Nanggroe ke lokasi dan diterima untuk di dengarkan aspirasinya, selanjutnya kita sepakat untuk diselesaikan secara musyawarah, dan kami menanggapi sejauh tuntutan itu dapat di penuhi dan tidak melanggar aturan yang berlaku tentunya kita akan memenuhinya dan jika ada hal lain yang belum dapat kita penuhi selanjutnya kita akan menyelesaikan secara musyawarah" demikian di tegaskanya melalui SMS telpon seluler (hendry/ marzuki).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar