Aceh Timur-- my bloger
Untuk meningkat kan kompetensi pendidikan
siswa di ingkungan masyarakat, dinas pendidikan dan Badan Penyuluhan Kabupaten
Aceh Timur bekerja sama dan komitmen untuk mewujudkannya
melalui Program Pengenalan Lingkungan
(PPL) yang sudah di mulai sejak 5 oktober dan akan berakhir 7 desember nanti.
Kepala sekolah menengah kejuruan
negeri 1 peureulak Zainal Abidin, s.pd.Mpd (30/11) kepada wartawan mengatakan “
program pengenalan lingkungan(PPL) ini adalah untuk meningkatkan keberanian
siswa dalam memperaktekan disiplin ilmu nya masing-masing di lingkungan
masyarakat yang di bimbing secara langsung oleh petugas-petugas pada Balai
Penyuluhan di setiap Kecamatan-kecamatan dalam wilayah Aceh Timur”
Sementara itu Erliadi, sp. Spd wakil
kurikulum menambahkan sebanyak 106 siswa Sekolah menengah kejuruan negeri 1
peureulak saat ini sedang melakukan Perogram pengenalan Lingkungan di 9
kecamatan yaitu kecamatan Banda Alam, Nurussalam, Idi Rayeuk, Peudawa,Peureulak
barat, Peureulak Kota,Peureulak Timur, sungai raya, dan Ranto peureulak” seraya
melanjutkan siswa-siswa ini terdiri dari 4 jurusan yaitu, Agribisnis Tanaman
Perkebunan, Teknik pengolahan hasil pertanian, Agribisnis ternak unggas, dan
Agribisnis Perikanan.
Selain bertujuan untuk
meningkatkan potensial siswa untuk mengaplikasikan disiplin ilmu masing-masing di
lingkungan masyarakat melalui Perogram pengenalan Lingkungan (PPL) ini juga
agar siswa dapat mengenal dan lebih siap menghadapi pelaksanaan dunia kerja yang sebenarnya, setelah
mereka tamat nanti” jelasnya
Siswa aktif di lapangan
Seperti halnya kerja sama misi
pemerintah dari sektor pendidikan melalui Program pengenalan lingkungan (PPL) di
kecamatan Ranto Peureulak sebanyak 14 siswa sekolah menengah kejuruan negeri 1
peureulak, berperan aktif mengaplikasikan disiplin ilmu di lingkungan
masyarakat yang di bimbing oleh Badan penyuluhan Kecamatan Ranto Peureulak.
Pada akhir november lalu siswa
yang PPL di kecamatan Ranto Peureulak bersama Badan Peyuluhan Kecamatan Ranto
Peureulak melakukan peraktek dan sosialisasi pembuatan herbisida buatan.
Koordinator Badan Penyuluhan
Kecamatan (BPK) Ranto Peureulak Dahlan,sp. (30/11) kepada wartawan mengatakan”
siswa berperan aktif di lapangan yang kita bina dan bimbing secara langsung
untuk memperaktekan disiplin ilmu mereka, hal ini sangat di antusias oleh
mesyarakat karena kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Peureulak
mampu berintraksi sosial dengan baik dan hasilnya dapat di serap oleh
masyarakat, seperti melakukan peraktek herbisida buatan di desa seunebok dalam
kecamatan Ranto Peureulak november lalu, hasilnya sangat positif. Jelasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar