Ranto Peureulak-- Aceh Timur
Proyek pembangunan Jembatan yang menghubungkan antar desa
Seumali dan desa Punti Payung dalam wilayah kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten
Aceh Timur, tidak kunjung selesai pasalnya pembangunan jembatan yang sudah
menelan Anggaran Rp. 861.425.0000,- sumber dana Otsus Kabupaten Aceh Timur,
APBA 2012 tersebut yang di kerjakan oleh CV. RESTOEMI hanya rampung separuh dari
pondasi awal.
Kondisi ini membuat masyarakat di desa punti payung terisolir
dari akses roda empat, akibatnya hasil produksi tanaman petani terpaksa di
angkut dengan sepeda motor.
Salah seorang warga di lokasi (10/11) kepada media
mengatakan,” masyarakat sangat di susahkan akibat tidak adanya jembatan sebagai
akses roda empat ke desa punti payung sehingga hasil produksi tanaman petani
terpaksa di angkut dengan menggunakan kenderaan sepeda motor”jelasnya
Sementara kepala desa punti payung Syafrial saat di konfirmasi wartawan
mengatakan” jembatan tersebut sangat di harapkan segera ada tindak lanjut
pengerjaanya, karena selama ini warga sangat di sulitkan dengan tidak adanya
jembatan sebagai akses roda empat sehingga desa ini terkesan sangat terisolir”
ungkapnya
Syafrial menambahkan” tidak mengetahui penyebab terhenti
proyek pembangunan tersebut, masyarakat hanya mengetahui kalau pembangunan
jembatan itu sebagai proyek multi years, tetapi kenapa tahun 2013 ini tidak ada
tindak lanjut pelaksaan pengerjaan proyek jembatan tersebut, Kami tidak tahu”,
jelasnya
Masyarakat berharap agar pemerintah segera melanjutkan
pelaksanaan proyek jembatan tersebut agar akses transportasi masyarakat dapat
berjalan lancar sehingga perputaran ekonomi rakyat dapat berkembang dengan baik
pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar